Selasa, 04 Februari 2014

Keharusan Mencari Sepi


13 Januari 2011 pukul 13:44

Rasa itu begitu syahdu mengelus-elus seloroh keharusan mencari sepi.
Dalam rongga abu-abu yang berbingkai merah jambu.
Berkedut, berkerut bisa mengembang lalu kembali mengatup.
Tapi punya daya fleksibilitas tertentu untuk mencipta sebuah karya. 
Maha karya.

Lantas kau berlari, bergegas dan tak mau menunda lagi.
Biar di sudut, di balik bilik yang dianyam tangan-tangan terampil.
Anyaman horizon-vertikal serupa kokon yang dipintal.

Mengindahkan setiap cibiran, menghalau setiap seruan yang mengalihkan.
Itu demi sebuah hasrat yang ingin dicapai. 
Sebuah pencapaian kelegaan desakan yang mampat tersumbat.
Karena kau dalam urusanmu sendiri, yang tidak perlu orang lain mencampuri, 
hingga tak usah diumbar sesumbar.

Terkadang pada saat yang sama sesuatu itu datang. 
Tanpa mengetuk pintu dulu, malah berdendang senada riak kecil-kecil, 
berputar-putar pada lingkaran secepat air bilasan.
Kemudian hilang, muncul lagi terkadang. 
Begitu kebolehjadian memang.

Dan kau cuma butuh wadah menengadah.
Sekadar Lingga yang mencerna biji-biji ragam bentuk dalam yoni.

Lekas..
Tuntaskan..
Kenakan lagi yang tadi ditanggalkan.
Karena waktu kembali bergulir dalam jeda yang tak lama kau tinggalkan.
Karena masih ada babak menunggu kau perankan.


Setelah di Jamban..


Dan Lele-lele bersorak-sorai
biar
tak usah kau hiraukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar